Musik Lagi

Kemarin saya didatangi oleh seorang kawan di acara seminar. Tergopoh-gopoh dia mendatangi saya, setelah jad moderator. Ternyata … dia lihat di blog bahwa saya penggemar musik progressive rock dan main musik. Dia juga penggemar musik itu dan ngajakin main bareng. Wah … nambah lagi list band / kawan yang mau jam session. Asyik.

Mungkin karena kami seumuran dan orang-orang seperti kami ini memang tidak banyak tempat nongkrongnya. Seberapa banyak sih penggemar progressive rock? Jadi begitu ketemu orang yang senang musik yang sama ini, pasti akan dicari.

Keep on progging …

Wawancara tentang band Genesis di Radio

Semalam, mas Gatot dan saya diwawancarai di Radio Trijaya. Isi wawancaranya adalah seputar musik Genesis. Waktunya dari jam 9 malam sampai jam 11 malam. Halah… malam sekali ya? Tapi sekali-sekali lah (asal jangan keterusan saja). Pas kebetulan juga saya lagi berada di Jakarta.

Wawancara dibuka dengan lagu "I know what I like". Lagu ini dipilih mas Gatot karena merupakan lagu pertama Genesis yang berhasil masuk ke anak tangga musik pop. Cukup senang juga bagi Genesis yang waktu itu memiliki basis penggemar yang berbeda segmennya.

Membicarakan band Genesis ini susah-susah gampang. Pasalnya penggemar Genesis ini memiliki rentang umur yang cukup besar juga. Ada penggemar Genesis yang memulai dari era Peter Gabriel, yang bahkan sebelum ada Phil Collins sebagai drummernya sekalipun. Ada juga penggemar Genesis yang memulainya dari era Phil Collins, akan tetapi belum terlalu pop (misalnya pada saat album "And Then There Were Three"), sampai ke yang memulainya melalui musik Genesis yang lebih memiliki beat (seperti "Invisible Touch" atau "Abacab").

Pemilihan lagu yang pas untuk segmen seperti di atas ternyata tidak mudah. Karena acara di Radio Triwijaya itu lebih fokus kepada hits dari Genesis, maka kami tidak terlalu memaksakan untuk masuk ke era Peter Gabriel. Padahal, mas Gatot dan saya justru lebih suka Genesis pada era itu. Tapi, tidak apalah. Akhirnya lagu-lagu yang diputar memang kami pilihkan dari album-album yang lebih baru dan lebih mudah dicerna, seperti "Follow You, Follow Me", "Invisible Touch", "Home by the sea", dan sejenisnya.

Dipikir-pikir musik Genesis akan aneh kalau tidak ada lagu "Firth of fifth". Kami berdiskusi sebentar karena masalah waktu. Kalau dipotong, pasti akan ada yang marah. Akhirnya kami putarkan lagu itu, tapi pas masuk solo gitar … lagu fade out. Pas waktu itu memang radio menghubungi Odink Nasution, gitaris dari kawanan Pegangsaan yang dulunya menjadi gitaris band Cockpit - sebuah band yang membawakan lagu-lagu Genesis. Odink adalah gitarisnya. Jadi paslah. (Meskipun demikian, nantinya ada SMS yang tetap protes bahwa lagu Firth of fifth tidak boleh dipotong. Ha ha ha.)

Anyway … that was fun. Di akhir acara, saya memainkan gitar dan bersama-sama dengan mas Gatot memainkan bagian awal dari lagu "Afterglow". Sip lah.

Rame-rame main musik

Setelah saya posting tentang kegiatan musik saya di berbagai blog, saya diajakin banyak orang untuk bermain musik. Jadi sekarang yang ada adalah seperti ini.

(1) Group jam session di Jakarta. Isinya: saya, Budi yang satunya - Budi Iskandar, Indra KH (yang di Jakarta, karena ada Indra KH yang di Bandung), Garin, Adi (baru sekali), Hammam (baru 2 kali), Husni (baru 1). Masih ingin ngajakin yang lain (seperti Deyna) tapi belum sempat nyambung. Ini sebetulnya kelompok untuk latihan sungguhan, tapi belum pernah manggung. Sebetulnya saya, Adi, dan Hammam sudah pernah manggung dalam bentuk guest. Lagu-lagu yang dibawakan seputar Genesis, Rush, Marillion, dan sejenisnya. Pokoknya rock lah. Kadang mainkan lagu seenaknya. Core member sebetulnya saya dan Budi. (Jadi Budi & Budi?) Musikalitas dari pemainnya tinggi. Hanya memang belum ada kesempatan manggung yang serius karena masing-masing sibuk pas diminta untuk manggung. Belum ada setlist yang beneran.

(2) Group di Bandung. Sebetulnya group ini mirip dengan yang di Jakarta. Isinya: saya, Adi, Armein, Hammam (kalau lagi ke Bandung), ditambah Rully dan Rois. Lagunya adalah Genesis. Memang kalau dilihat-lihat, saya, Adi, dan Hammam muncul berulang. Ini sebetulnya adalah bawaan dari masa mahasiswa dulu (group Himpunan Mahasiswa Elektro ITB). Waktu itu ditambah keyboard player Imam Pras. Wah, jadi ingin ngajakin Imam Pras untuk mainkan bagian keyboard yang susah. He he he. Habis, dia jago main keyboardnya sih. Salah sendiri jago keyboard dan piano. hi hi hi. Tapi dulu waktu mahasiswa enak main dengan Imam Pras.

(3) Dims dkk. Ini sih bukan groups sungguhan akan tetapi kelompok konsultan IT yang kalau lagi pusing atau bete, main musik. Mainnya hanya pakai piano saja. Lagunya adalah pop dan jazz. Saya mah hanya nyanyi di sini.

(4) Group dosen-dosen ITB. Yang ini belum jelas karena baru kemarin diajakin. Belum tahu personilnya. Mungkin musiknya malam pop dan jazz? Saya mau main gitar saja.

(5) Group Inspiring Tribute Band. Di sini saya sih hanya sebagai provokator atau komentator saja. ha ha ha. Group ini sudah komplit semua personilnya, tapi saya, Adi, dan Hammam pernah menjadi guest waktu mereka ada acara. Musik yang mereka bawakan adalah Genesis.

(6) Stupa. Yang ini saya sebagai penggemar dulu. Kemarin ngelamar untuk jadi vokalis backup mereka (mereka sudah punya dua vokalis yang keren suaranya), khususnya untuk lagu-lagu yang jenis progressive rock. Ha ha ha. Nekad. Tapi memang Stupa ini keren lho. Lagu-lagu mereka beraliran hardrock yang manis, seperti Whitesnake, Def Leppard, Deep Purple, dan sejenisnya.

(7) Group riset tentang musik (atau entertainment secara umum). Masih belum tahu siapa membernya, tapi sudah ada beberapa teman yang tertarik (dengan ruangan akustik, MIDI, electronic gears, dll.) Nah, saya mau eksperimen musik di sini.

(8) Group musiknya blitz? Yang ini malah saya belum kebayang bentuknya seperti apa. Mungkin saya hanya sebagai penonton (or pembimbing?)

(9) BR Projects. Yang ini … masih dipikirin. (Kebanyakan mikir?) Yang ini lebih ke arah saya punya ide kemudian minta bantuan kawan-kawan (ganti-ganti, beda-beda) untuk mengimplementasikan ide ini. Ada musisi yang bisa dicomot di sana sini. Ada juga yang dimintai membuat lirik. Dan seterusnya. Sekarang lagi dipikirin (lagi-lagi mikir) mengenai temanya. Soalnya kalau temanya tentang "cinta" rasanya kok garing. Pengen membuat yang agak epic gitu …

Udah kebanyakan kali ya? Tapi masih ada banyak lagi yang ngajakin. Yang paling banyak sebetulnya adalah band anak-anak muda yang minta dibimbing, minta saya menjadi managernya. Halah … saya mah belum pengalaman dan belum punya waktu untuk itu. Mungkin suatu saat deh, misalnya "BR project" membuat acara manggung. Someday …

Mojok dengan gitar

Bingung mau masang image di blog-nya friendster ini. Ya udah. Lihat ke URL ini saja:

http://farm1.static.flickr.com/138/362019355_8385b48db6.jpg

Hujan dan Panas

Bandung sudah hujan lagi. Horeee. Meskipun demikian rasanya masih panas. Malam hari masih terasa gerah. Untungnya pagi sudah cerah lagi dan sejuk. Inilah nikmatnya tinggal di Bandung.

Waktu musim kemarau kemarin saya berharap ada hujan. Ketika hujan pertama kali datang, sangat lebat sekali sehingga saya menjadi ketakutan. Atap kantor ada yang bocor sehingga mengambil korban notebook. Banyak banjir di sana sini. Maklum, orang di Indonesia ini senangnya membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan! Setelah itu hujan berhenti. Mungkin karena banyak orang berdoa jangan hujan?

Kemarin ini hujannya cukup lah, tidak terlalu mengerikan. Mungkin masih ada tempat-tempat yang tergenang oleh air solokan, tapi ini masih lumayanlah. Daripada tidak hujan sama sekali?

Wah bingung. Waktu kemarau, minta hujan. Dikasih hujan, masih minta lagi … Dasar manusia ya!

Terlalu banyak spam

Baru saja pulang dari jalan-jalan ke mancanegara. 10 hari berlalu. Mailbox baru dibuka lagi. Welah, ada ribuan email yang masuk ke mailbox, tapi dugaan saya 70% (atau bahkan lebih) adalah spam alias sampah!

Dari jam 6 sampai hampir jam 11 ini belum selesai juga membersihkan email (termasuk menjawab juga sih - ini yang lama). Wah sudah ngantuk nih dan badan baru kerasa capeknya. Nampaknya sehari belum cukup untuk membereskan email2 ini. Apalagi ditambah banyaknya spam. Harus memilah-milah mana yang email betulan dan mana yang sampah.

Ah capek.