Kamu bisa kerjasama?
Banyak yang mengira bahwa kemampuan IQ (nilai raport) yang dicari perusahaan ketika mereka mencari pegawai. Salah besar!
Ternyata setelah saya amati lebih jauh, kemampuan kerjasama (team work) merupakan salah satu hal yang paling penting. Atau mungkin juga yang paling penting. Nilai sekolah, raport, transkrip, pokoknya yang berkaitan dengan IQ memang penting. Dia memang penting pada tahap awal untuk menentukan dilihat atau tidaknya (perlu diwawancara atau tidak), tetapi setelah itu … nilai tersebut dimasukkan ke tong sampah. Penguji akan lebih tertarik kepada kemampuan berkomunikasi dan bekerjasamanya seseorang.
Teamwork, kerjasama, ternyata tidak mudah. Agar kamu bisa kerjasama dengan orang lain, perlu belajar dan perlu pengalaman.
Kadang-kadang kita berada dalam satu tim dengan orang yang nyebelin. Gimana kita menyikapinya? Kadang kala kita juga dalam satu tim dengan orang yang nggak pedulian, padahal tugas harus diselesaikan. Nah, di sinilah kita harus belajar. Belajar bagaimana jadi pemimimpin, bagaimana memimpin (apalagi orang yang dipimpinnya ngaco-ngaco), bagaimana harus bersabar, bagaimana membagi-bagi tugas ke anggota, bagaimana ikut menyelamatkan tim dari kekalahan, kehancuran. Di situ juga kita belajar menerima kritikan (nggak boleh marah, nggak boleh defensif). Begitulah. Kalau nggak belajar, gimana bisa? Ya nggak?
Itulah sebabnya ketika masih di sekolah atau di kamus, sering-sering gabung dengan organisasi. Misalnya ada OSIS, himpunan mahasiswa, atau kelompok olah raga. Pokoknya belajarlah untuk kerjasama.
Nah, siap bekerjasama dengan saya?
benar masalah yang terbesar yang saya hadapi terlalu susah untuk memecahkan masalah sedangkan disatu sisi kalau ada masalah kecil saja ada kecenderungan stess dan menhidar dari masalah tersebut.