Ada Monyet Nyetir Mobil

Pada suatu hari ketika saya sedang berkendaraan, tiba-tiba … clung.
Keluar plastik dari kaca mobil di depan. Hah?

Setelah itu cleng, keluar daun bungkusan bekas makanan. Wah, sebentar lagi mungkin kulit pisang. Clong, bener juga! Keluar kulit pisang dari kaca mobil itu! (Jangan, jangan mikir panci. Nanti nggak tahunya panci juga yang keluar. Berabe.)

Busyet! Ada monyet nyetir mobil.

Setelah bersebelahan dengan mobil yang bersangkutan, saya lihat … ternyata memang benar monyet yang nyetir mobil. Tapi monyetnya berkumis. He he he. Di kesempatan lain, monyetnya tidak berkumis tapi berlipstik. Hi hi hi. Herannya, mereka nggak merasa bersalah.

Aduuuh… Sebel bener. Kenapa sih mesti membuang sampah di jalan? Takut mobilnya kotor? Mosok gara-gara itu mesti buang sampah di jalan. Simpan saja sampahnya di tong sampah kecil di dalam mobil. Atau wadah runtah (tempat sampah, kantong kresek) lainnya lah. Nanti kalau sudah berhenti, cari tempat sampah untuk membuang sampah itu. Nggak susah kan? Kalau mau bisa kok.

Nah, apakah Anda pernah jadi monyet? he he he. Jangan marah …

Kualitas anak sekarang menurun

Sedih saya melihat pemberitaan di surat kabar mengenai anak SD yang dikeroyok temennya hingga meninggal. Di blog lain ada juga seorang ibu yang kesal karena keponakannya juga dikeroyok kawannya di sekolah. Ini SD lho!!!

Di sisi lain, kita (orang tua, pemerintah, guru) terlalu terpaku dan membesar-besarkan kemampuan IQ, kepintaran pendidikan. Lihat saja UAN yang baru berjalan. Kalau tidak pinter lantas dianggap memalukan. Padahal lebih memalukan kalau anak-anak itu tidak sopan, tidak bisa menghargai kawannya, tidak peka terhadap masyarakat, dan tidak memiliki jiwa sosial.

Anak-anak sekarang cuek saja melihat lingkungan di sekitar. Kalau ada yang menderita, dibiarkan saja. Masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.

Padahal di dunia kerja nantinya, atau di kehidupan, IQ atau nilai rapor itu kecil sekali nilainya. Dia hanya sebagai batu loncatan atau langkah awal saja agar diberi kesempatan. Setelah itu? Yang penting adalah sifat sosialnya, bisa bekerjasama, memiliki kepribadian baik, kepemimpinan, peka terhadap lingkungan dan masyarakat, dan seterusnya. Setidaknya, itu yang ada di lingkungan perusahaan saya.

Bagaimana membuat karakter anak-anak Indonesia menjadi lebih baik? Anak Indonesia sekarang harus lebih baik dari orang tuanya. Kita-kita ini (yang sudah tua), sudah terlambat untuk diperbaiki. Sudah rusak mental dan moralnya! Jangan diikuti. Lebih baik kalian, anak-anak muda Indonesia, mendefinisikan yang terbaik bagi kalian dan lakukan. Ayo kita perbaiki Indonesia. Mau?

Friends dan testimonial?

Saya gak tahu apa gunanya "My Friends" di friendster. Soalnya banyak yang minta di-add. Ya saya add saja. Kenal gak kenal di-add. Ha ha ha. Soalnya apa alasan untuk nolak ya? Akhirnya daftar My Friends di friendster bertambah dan tidak bermakna.

Yang kedua adalah masalah testimonial. Saya lihat di beberapa tempat, testimonial ini malah jadi ajang komunikasi dua arah. ha ha ha. Kayak chatting saja. Mengapa tidak chatting pakai YM saja, misalnya. Nggak tahu lah. Suka-suka masing-masing ya.

Makin Menggila Dengan Musik

Entah kenapa bulan ini makin hebat saja pertemuan saya dengan musik. Tapi memang sebetulnya niatnya begitu. Ha?!

Contoh beberapa kegiatan yang terkait dengan musik. Band Dosen akan mentas dua kali. Bahkan sebetulnya diminta untuk main di tempat lain juga, tapi terpaksa ditolak. Mosok satu bulan manggung 3 kali.

Hari Kamis malam (tadi malam) seharusnya saya ikut menyaksikan acara The Art of Glam Rock 2, di Mario’s place Jakarta. Bahkan, saya diajak untuk menyanyikan 1 lagu di sana. Sayang sekali saya harus pulang ke Bandung karena harus menemani anak di rumah. Hik hik hik. Padahal yang ngajak saya main adalah band STUPA, salah satu cover band favorit saja. Hik hik hik … kembali menangis.

Di kantor (gedung cyber) dua malam terakhir ini main musik. Persiapan untuk NiCE. Sayang sekali masih berantakan karena gak ada drummernya. Maksudnya drummernya hanya bisa latihan sebentar dan gonta-ganti. Kayaknya saya harus belajar menabuh drums lagi. (Tapi gak punya alatnya, dan gak ada tempat di rumah. Berisik!) Pas lagi latihan kemarin, main-main dengan lagu "Kehidupan", eh, yang punya lagunya datang. Ha ha ha. Mas Yockie (yang keyboardman God Bless itu) datang untuk ngobrol-ngobrol. Cepat-cepat berhenti mainnya. Ha ha ha. Soalnya itu lagu kan karangan dia.

Anyway … mudah-mudahan musik bisa ditekuni dengan bener, baik secara hobi dan bisnis (jual beli musik digital - Digital Beat Store). Cerita lainnya menyusul.

Friends ngilang?

Baru saja saya cek friendster saya. Halah… daftar friends saya tinggal 1 orang! Apa yang terjadi dengan friendster? Mudah-mudahan ini hanya masalah sementara saja. Lucu (dan sebel?) juga kalau semua friends yang terdaftar di friendster ngilang. Ha ha ha. Hik hik hik

No visitor?

Kayaknya blog saya yang di friendster ini sepi pengunjung. hik hik hik. Berhenti menulis di sini? Atau … di sini untuk nulis yang ngaco, sembarangan, nggak puguh, tidak beralur, sekenanya? Kelihatannya demikan ya? Ya udah … akan saya lakukan. Yang lebih serius (tapi masih becanda juga?) akan ada di

http://rahard.wordpress.com

Terlalu banyak yang ingin ditulis

Dua hari terakhir ini banyak topik yang ingin saya ceritakan. Repotnya kalau ini diceritakan semua maka blog saya bisa terlalu banyak topiknya. Di saat lain, saya juga sempat mengalami masa kekeringan ide. Kali ini kebetulan sedang banyak sekali idenya. Wah, bagaimana nih. Ditulis semua atau jangan ya?

Repot memang. Lagi kering ide, sebel. Kebanyakan ide, juga sebel. Wuih …

Gadis bermata hijau, berambut pirang

Kau,

Gadis bermata hijau, berambut pirang

Berkali-kali hadir dalam mimpiku

Siapakah engkau?

Ketika ku berjalan di Madison Avenue

Aku berpapasan denganmu

Gadis bermata hijau, berambut pirang

Terhenti langkahku

Jantungku berdegup kencang

Namun kerongkonganku kering tak mampu kuberkata

Kuteruskan langkahku

Jemari lentik menepuk pundakku

Aku menoleh, ternyata engkau

Gadis bermata hijau, berambut pirang

Engkau berkata

Who are you? Why are you in my dreams?

Aku mengangkat bahu dan menggelengkan kepala

Aku dan dia terdiam duduk di bangku taman

(Wahai) gadis bermata hijau, berambut pirang

Aku tak tahu mengapa aku juga berada di mimpimu

Terdiam

Sampai akhirnya engkau berkata

I have to go

Aku mengangguk dan berjalan ke arah yang berbeda

Dari sudut mataku aku melihat

Engkau membuka jaketmu

Sepasang sayap putih di punggungmu

Kau kepakkan sayapmu

Siapakah engkau

Gadis bermata hijau, berambut pirang, bersayap putih

Musik, Musik, dan Musik

Wah akhir-akhir ini kok saya jadi makin banyak main musik gini? Ini ada beberapa contohnya. (Mau saya tulis lagi di sini kok jadi malah kepanjangan nantinya. Mendingan lihat di blog saya yang lain saja ya?)

Berikutnya … April dan Mei. Nampaknya bulan Maret nggak usah banyak-banyak manggungnya. Sekali saja deh.

Tadinya mau saya tambahkan gambar/foto di sini juga, tapi masih belum tahu cara pasang foto dari flickr di sini. Ada yang bisa kasih saran?

Musik Lagi

Kemarin saya didatangi oleh seorang kawan di acara seminar. Tergopoh-gopoh dia mendatangi saya, setelah jad moderator. Ternyata … dia lihat di blog bahwa saya penggemar musik progressive rock dan main musik. Dia juga penggemar musik itu dan ngajakin main bareng. Wah … nambah lagi list band / kawan yang mau jam session. Asyik.

Mungkin karena kami seumuran dan orang-orang seperti kami ini memang tidak banyak tempat nongkrongnya. Seberapa banyak sih penggemar progressive rock? Jadi begitu ketemu orang yang senang musik yang sama ini, pasti akan dicari.

Keep on progging …

« Previous PageNext Page »